Tanggapan "Film Ikhtiar dan Kesadaran Kolektif"
Tanggapan esai Film Ikhtiar dan
Kesadarann Kolektif
Menurut
pendapat saya mengenai esai yang ditulis oleh pak Naka dengan judul “Film
Ikhtiar dan Kesadaran Kolektif” ini sangat menarik. Film garapan Mustofa,
remaja yang berusia 19 tahun ini perlu di apresiasi. Pada film berjudul “Reksa”
yang membahas tentang kehidupan orang Kendal, khususnya mengenai Tenaga Kerja
Wanita (TKW).
Pada
film Reksa ini mengisahkan tentang sebuah keluarga kecil yang tinggal disebuah
pedesaan dengan keterbatasan ekonomi. Keluarga kecil yang terdiri dari Ayah,
Ibu dan anak. Pada mulanya, kejadian dimulai ketika ayah Reksa melihat salah
seorang tetangganya yang hidup serba kecukupan. Ayah reksa tersebut kemudian
berambisi ingin seperti tetanggannya itu, dengan cara memperkerjakan istrinya
ke luar Negeri. Awalnya, ibu Reksa tidak mau untuk berangkat ke luar negeri
menjadi TKW, karena mengingat Reksa masih kecil dan perlu perhatian darinya.
Tetapi, ayah Reksa tetap bersikokoh untuk memberangkatkan istrinya agar menjadi
Tkw di luar negeri.
Kehidupan
Reksa sangat miris, karena diumurnya yang masih belia Ia harus berusaha hidup
mandiri. Ia melakukan semua pekerjaan rumah seperti, mencuci, menyetrika,
menyapu, dan membersihkan rumah layaknya ibu rumah tangga.sedangkan, ayah reksa
seorang pengangguran yang hanya meminta uang kiriman dari istrinya yang menjadi
TKW.
Reksa
sangat rindu sekali pada ibunya. Tiap malam Ia berdo’a untuk kesehatan ibunya,
agar ibunya diberi rezeki yang berlebih untuk mencukupi kehidupan keluarga.
Seringkali Reksa melamun memikirkan ibunya. Terkadang Reksa iri melihat teman-temannya
yang mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya.
Esai
“Film Ikhtiar dan Kesadaran Kolektif” ini menyadarkan kita, bahwa mirisnya
masyarakat Indonesia yang berpengetahuan terbatas. Seperti halnya menjadi
Tenaga Kerja Wanita untuk mendapatkan uang yang banyak. Padahal seiring
berjalannya waktu, pekerjaan di dalam negeri masih banyak yang lebih mulia. Di
dalam film reksa ini kita harus bisa memetik pelajaran yang sangat berharga
untuk membina masyarakat pedesaan agar tidak menjadi Tkw.
Ziana Dwi Handayani
17410145
Komentar
Posting Komentar